Mengapa aku Memilih Manchester City

Duh pertanyaan yang sangat menantang juga menjebak, well tidak juga. Manchester City adalah OKB baru di dunia persepakbolaan, dengan kekuatan uangnya ia menggemparkan dunia pertransferan, hampir saja Kaka singgah ke klub ini, kalau bukan karena Real Madrid menyodorkan tawarannya, setidaknya menurut Kaka, nilai sejarah suatu klub lebih penting dari sekedar uang.

Namun bila boleh bertanya padanya, bukankah kesempatan membuat sejarah baru juga sangat menantang dan bisa jadi lebih penting dari pada sekedar uang, apalagi bila keduanya bergabung, kesempatan membuat sejarah baru dan kesempatan menabung uang lebih banyak lagi.

Ah entah apa yang ada dipikiran Sang Kaka.

Banyak orang mencaci maki klub ini sebagai perusak harga pemain, padahal klub yang lebih gila dari City juga banyak, salah satunya tentu saja The Famous Real Madrid.

Lalu banyak pula yang sinis dengan mengatakan money can’t buy everthing, juara tak bisa dibeli dengan uang.

Mereka lupa dengan Chelsea, bagaimana uang Bang Roman mengubah wajah si Biru. Satu kesalahan, bila itu bisa dikatakan sebagai kesalahan City adalah pemilihan pelatih ketika mereka membuka era baru.

Chelsea membuka babak baru kisah mereka dengan memilih Mourinho sebagai nakhoda, entah bagaimana jadinya bila City memulainya dengan Mancini. Tak berkata Mas Hughes jelek akan tetapi prestasi sebelumnya dari Mas Hughes ini kurang mengkilap di banding Den Mancini, dibidang kepelatihan tentunya.

Eh lalu bagaimana dengan pertanyaan di atas? Mengapa aku memilih City, ini lebih didasari oleh kebiasaanku untuk menjadi outsider, anti kemapanan atau apapun istilahnya. Bosan sekali melihat Liga Inggris hanya ada Man Utd lagi Man Utd lagi, Cak Fergie lagi Cak Fergie lagi, yang lain donk.

Tadinya berharap banyak pada The Reds tapi lama kelamaan kok orang orangnya malah kebanyakan ngomong dan bikin alasan daripada berprestasi.

Kangen ngeliat klub entah berantah seperti Blackburn dengan Bung Shearer-nya yang tiba tiba juara, atau New Castle United dengan pengalaman hampir juaranya.

Dan kali ini aku melihat City bisa jadi contender buat ngejungkalin tradisi juara di EPL sana.

Karena itu jadilah aku memilih City. Go City, masuk ke Liga Champion Eropa, trus acak acak lagi dunia pertransferan, trus bomgkar tuh status quo di EPL sana…………

Note:

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyinggung perasaan siapapun, no offense ah…………….

Fanatisme Adalah Kebodohan

-Gema Pramugia-

Related Post



1 Response
  1. Clara Says:

    wahh penggemar bola sejati ya?
    saya ga tau apa" soal bola
    kecuali lagunya yang ole ole ole hihihi ^^


Thank you for your comment, i really appreciate it

Gema Pramugia