HARI ULANG TAHUN YANG ISTIMEWA

Hari ini merupakan ulang tahunku yang ke-45. Aku turun dari kamarku untuk sarapan dengan harapan bahwa istriku akan mengucapkan dengan penuh sukacita ucapan "selamat ulang tahun suamiku tersayang" dan mungkin saja dengan sebuah kado ulang tahun untukku. Ternyata, waktu berlalu dan bahkan dia tidak ingat untuk mengucapkan selamat pagi padaku.
Aku mencoba sabar dan berpikiran baik, yah... mungkin itulah istriku, tapi mungkin anak-anakku akan ingat kalau hari ini, adalah hari yang spesial bagiku.. ulang tahunku. Sekali lagi, Cuma harapan yang tidak terpenuhi.. ternyata tidak satupun dari anak-anakku yang ingat dan mengucapkan ”selamat ulang tahun papa..”.

Mereka tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa, tidak ada yang luar biasa.. bahkan sepertinya mereka terlalu sibuk bahkan untuk memberikan sedikit senyuman untukku pagi ini. Akhirnya, aku pun berangkat ke kantor, dipenuhi dengan perasaan penuh rasa kecewa dan sedih.

Sesampainya aku di kantor, ketika aku masuk ke ruangan, sekretarisku yang cantik menyapaku dengan riang, "Selamat pagi pak, ini hari yang spesial buat bapak ya sepertinya.. selamat ulang tahun..". Akhirnya, perasaanku sedikit terobati mengetahui ada seseorang yang masih mengingat hari ulang tahunku.
Hari itu aku sampai tengah hari tanpa gangguan sedikitpun dari siapapun.

”Tumben”, pikirku, biasanya ada saja mitraku atau anak buahku yang bertanya atau sekedar konsultasi untuk proyek-proyek yang sedang dikerjakan, ”hari ini rasanya tenang sekali”.

Menjelang waktu makan siang, sekretarisku mengetuk pintu ruanganku dan berkata "Pak, hari ini sepertinya cerah sekali di luar, dan hari ini adalah hari ulang tahun bapak, apa tidak sebaiknya kita pergi makan siang di luar?”, ia melanjutkan ” kita berdua bisa merayakannya di luar kan?". Aku berpikir, ”yah, nggak ada salahnya juga, lagipula, ini juga hari ulang tahunku, paling tidak aku punya seseorang yang bisa aku ajak ngobrol dan merayakannya hari ini”.
Maka kami berdua pun pergi makan siang di luar. Kami memutuskan untuk makan siang yang agak spesial, ”lagipula”, pikirku sekali lagi, ”ini kan ulang tahunku”. Jadi aku memutuskan kita tidak ke tempat biasanya kami dan rekan-rekan kantor lainnya makan siang. Kami berdua memilih pergi ke restoran yang cukup nyaman dan tidak terlalu ramai.

Makan siang itu terasa sangat menyenangkan. Aku baru menyadari betapa sekretarisku bisa membuatku merasa nyaman, dan bisa tertawa lepas di depannya. Kami benar-benar menikmati makan siang itu.

Selesai makan siang, di dalam perjalanan menuju pulang ke kantor, sekretarisku berkata "Pak, ini adalah hari yang spesial buat bapak, kita nggak perlu kembali ke kantor buru-buru juga kan ?". Aku berpikir sejenak, dan berkata ”saya pikir memang nggak perlu buru-buru, kenapa?”, tanyaku.

Ternyata dia mengajakku untuk mampir sebentar ke apartemennya. ”Ada hal yang harus saya tunjukkan pada bapak”, jawabnya.

Sesampainya kami di apartemennya, sekretarisku berkata "Pak, kalau nggak keberatan, tunggu saya sebentar ya, saya ke ruang tidur sebentar, dan melepaskan sesuatu agar lebih nyaman, sebentar aja..", dan sembari tersenyum, ia melanjutkan ”dan ada sesuatu yang sangat spesial untuk bapak hari ini..”.
Jantungku berdegub kencang, ”Tentu saja”, sahutku dengan gembira. Sekretarisku kemudian pergi kekamar tidurnya, dan sekitar lima menit kemudian, ia pun keluar kembali.

Ia membawa kue ulang tahun yang besar, diiringi oleh istri, anak-anakku, dan sejumlah rekan kerja kami sambil menyanyikan lagu ”Selamat Ulang Tahun”.

Aku hanya bisa duduk terpaku. Di sebuah sofa panjang..... .. telanjang tanpa sehelai benangpun...

 

Note; ini cuma joke, kalo ada yang mirp mirip yah mohon maaf, ga niat nyindir kok.

Sumber : kiriman email dari sahabat

Related Post



1 Response
  1. halah halah...
    kecewa gara2 g dikasih ucapan selamat ujung2nya malu2in hihi

    have a nice day ^^


Thank you for your comment, i really appreciate it

Gema Pramugia